Archive for ‘Humor’

May 21, 2014

Bercermin Sampai Ke Dalam Hati

becermin_ilustrasi_110105145648

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sangat sering dan hampir setiap hari kita bercermin. Berpose pose mulai dari atas menyisir rambut, goyang goyang dikit melihat pakaian kita sudah sesuai dengan mood hari ini atau belum. Dengan bercermin kita berusaha keras memantaskan diri yang sebenarnya ya mentok cuman sebegitu begitu saja… hehe..  *ngejek ini maksudnya…

Dengan bercermin kita mencoba melihat bagaimana orang lain melihat diri kita. Padahal isi pemikiran kita dan orang yang melihat pasti berbeda.. jadi sebenarnya kita hanya berkata kepada diri sendiri : “You’re good!!”

read more »

Advertisements
October 22, 2013

Karena Emosi Hilang Rejeki

Sedikit ngekek saya pagi ini naik bus kota di jakarta…

turun halte busway

Turun dari halte busway, untuk menuju ke kantor masih beberapa ratus meter lagi. Matahari cukup cerah dan badan sudah merah panas kepanasan. Karena ogah jalan, akhirnya nyetop salah satu bus kota purbakala warna ijo yang masih diijinkan beroperasi di jalanan itu.

Karena jarak yang cukup dekat menurut saya, dan tanpa ada perasaan apapun saya kasi uang seribu ke kondektur. Kondektur nanya,, mau kemana mas? itu depan dikit saya turun pas tanjakan. Eaaa.. si kondektur marah – marah, kasi ko cuma seribu, dapet apa???? Saya nanya lagi.. “kurang pak?” Sambil ngrogoh kantong mo ambil uang tambahan..

read more »

April 27, 2013

Jarjit Upin Ipin Mbahas Bidah Ga Bidah Semua Masuk Surga #2

Upin Ipin mbahas Bidah ga Bidah

Upin Ipin mbahas Bidah ga Bidah

Jarjit :: Mari kita berantas bi’dah dan sirik di indonesia,sanggup?

Upin :: semampu ana Ipin ::  bidah bidah bidahhhh..

Ipin ::  sudah kenyang awak bahas bidah.. T_T

read more »

April 27, 2013

Pa Raden vs Unyil – Bidah Ga Bidah Semua Masuk Surga #1

Serius diskusi ttg bidah ni pemirsaa

Unyil & Pa Raden ngobrol tentang bidah

ChitChat antara si Pa Raden sama si Unyil tentang Bidah. Kita tengok ni bakal jadi debat kusir apa debat kuda..
ato apakah semua bisa jalan sama sama menuju jogja yaaa…

read more »

June 17, 2011

Sob, Lu Tu Masi Idup !

Jadi lu pikir gw ga punya masalah bro?? Emang masalah lu apaan mpe buat lu kelimpungan ga keruan gitu… Jabanin aje nape.. gampang kan..blom jadi mayat ini…

*** Men, blom jadi mayat?!! Maksot lu apaan..?????

read more »

November 3, 2009

Syaikh Juha & Pendapat!

Nun jauh di negeri Arab. Terdapat seorang yang alim dan pandai. Syaikh Juha namanya. Dari buku dan cerita yang beredar, orang ini saya nilai cukup bijak. Cara memberikan nasehat kepada orang – orang dimasanya menggunakan lelucon dan guyonan. Orang – orang lalim pada masanya tidak termakan emosi namun tetap mendapatkan pencerahan.. kurang lebih begitulah… berikut satu cerita yang saya baca dan mungkin bisa dipelajari…

read more »

May 20, 2009

Membaca Pikiran

Maaph reposting lagi, sumber : media isnet

Seorang yang filosof dogmatis sedang meyampaikan ceramah. Nasrudin mengamati bahwa jalan pikiran sang filosof terkotak-kotak, dan sering menggunakan aspek intelektual yang tidak realistis. Setiap masalah
didiskusikan dengan menyitir buku-buku dan kisah-kisah klasik, dianalogikan dengan cara yang tidak semestinya.

Akhirnya, sang penceramah mengacungkan buku hasil karyanya sendiri. nasrudin segera mengacungkan tangan untuk menerimanya pertama kali. Sambil memegangnya dengan serius, Nasrudin membuka halaman demi halaman, berdiam diri. Lama sekali. Sang penceramah mulai kesal.

“Engkau bahkan membaca bukuku terbalik!”

“Aku tahu,” jawab Nasrudin acuh, “Tapi karena cuma ini satu-satunya hasil karyamu, rasanya, ya, memang begini caranya mempelajari jalan pikiranmu.”

May 20, 2009

Membedakan Kelamin

Reposting lagi : sumber : medi isnet

Seorang tetangga Nasrudin telah lama bepergian ke negeri jauh. Ketika pulang, ia menceritakan pengalaman-pengalamannya yang aneh di negeri orang.

“Kau tahu,” katanya pada Nasrudin, “Ada sebuah negeri yang aneh. Di sana udaranya panas bukan main sehingga tak seorangpun yang mau memakai pakaian, baik lelaki maupun perempuan.”

Nasrudin senang dengan lelucon itu. Katanya, “Kalau begitu, bagaimana cara kita membedakan mana orang yang lelaki dan mana yang perempuan?”

May 20, 2009

Keledai Membaca

Sori reposting lagi :
Sumber : Media Isnet

Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata,

“Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

“Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.”

Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?”

Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.”

“Tapi,” tukas Timur Lenk tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”

Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?”

May 13, 2009

Yang Benar2 Benar!

maaf reposting !
Cerita tentang Nasrudin Hoja.. dibilang sufi / orang bijak dengan versi guyon di abad pertengahan.

Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa. Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar:

“Aku rasa engkau benar.”

Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara selesai, Nasrudin kembali berkomentar:

“Aku rasa engkau benar.”

Petugas mengingatkan Nasrudin bahwa tidak mungkin jaksa betul dan sekaligus pengacara juga betul. Harus ada salah satu yang salah ! Nasrudin menatapnya lesu, dan kemudian berkomentar:

“Aku rasa engkau benar.”

Jadi mana yang benar – benar benar?

Sumber : Soni 69