Semangat Mencari Ilmu

light-in-darkness

Bismillahirrahmanirrahim,

Sesosok cahaya terang menerangi gelapnya malam perjalanan Syech Abdul Qadir Al Jaelani. Cahaya tersebut berbicara “Sesungguhnya aku adalah Allah Tuhan mu, Wahai Abdul Qadir mulai saat ini semua yang haram menjadi halal bagi mu”. Mendengar hal tersebut Syech Abdul Qadir kemudian mengambil batu (riwayat lain sandal) dan dilemparkan ke arah cahaya tersebut sambil berucap “Menyingkirlah wahai yang terkutuk!!!”

Cahaya terang kemudian menghilang dan kembali terdengar suara “Bagaimana engkau tahu jika aku adalah Iblis yang bermaksud menyesatkan mu?” Jawab Syeh Abdul Qadir “Karena Allah dalam syariat tidak akan pernah menghalalkan sesuatu hal yang haram”.

Bagaimana Syech Abdul Qadir dapat memahami kejadian ghoib tersebut? tidak lain karena beliau memiliki pengetahuan dan ilmu dari sisi Allah. Syech Abdul Qadir pada usia yang sangat muda meningggalkan rumah untuk berguru belajar mencari ilmu ke Baghdad.

Kisah lain, dalam kitab shohih Bukhori :

Sahabat Nabi saw, Jabir bin Abdillah r.a melakukan perjalanan sejauh satu bulan untuk menemui Sahabat Nabi saw Abdullah bin Uneis di Mesir ( riwayat lain di Syams ) hanya untuk mendengarkan langsung satu sabda Rasulullah saw.

Lihatlah!!! Begitu begitu besar semangat dan cinta sahabat agar dapat mendengarkan langsung sabda Rasulullah saw dari orang yang mendengarkan langsung dari Rasulullah saw. Ia tidak ingin mendengarkan sabda tersebut dari perantara orang yang lain, namun ia ingin mendengar dari orang yang mendengarkan langsung sabda yang diucapkan oleh Rasulullah saw. Rasakan betapa besar cintanya ia kepada Rasulullah Muhammad saw dan dengan rasa cinta itu berangkatlah ia berjalan selama satu bulan lamanya untuk mendengarkan ilmu yang bersumber langsung dari Rasulullah Muhammad saw.

Kisah ketiga, kisah perjalanan nabi Musa as mencari ilmu kepada nabi Khidir a.s.

Maka Nabi Musa langsung di tegur, “Ada hamba Ku Khidir tinggal di tepi laut dan ia lebih alim dari engkau” Nabi Musa langsung bertanya, “Dimana dapat saya temui dia”.

Tanpa kesombongan sama sekali, nabi Musa as tidak meminta bawa orang tersebut kemari kehadapan saya. Tapi nabi Musa as malah bertanya,, dimana dapat saya bertemu dengan Nabi Khidir as nabi Musa yang mendatangi nabi Khidir.

Selengkapnya di Kisah Nabi Musa as Dan Nabi Khidir as :: Guru Cari Guru. Kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidir as di Quran Surat Al Kahfi mulai Ayat 60 sd 82.

Postingan diatas fadlil ambil dari kajian di www.majelistaklim.com.

Semoga bermanfaat, wallahu’alam bismillah wal hamdulillaah..

Advertisements

Sudah bertandang, mau pulang tinggalkan warna dulu kawan.. ( ˘ ˘з(˘⌣˘) tengkyuu.. (┒^o^┎)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: