Menembak Allah,, dhuarr,, Bismillahirrahmanirrahim..

Bismillahirrahmanirrahim.

Postingan kali ini terinsipirasi dari ceramahnya tiga ustad sekaligus yaitu : ustad Husein Nabil Assegaf, habib Novel Bin Muhammad Alaydrus, dan syek Mustafa Mas’ud Haqqani.

Apakah mungkin manusia bisa menembak penciptanya? insyaAllah dengan ijin Allah pada postingan berikut ini kita manusia bisa menembak Allah. Bagaimana caranya dan dengan apaa semoga Allah berikan pemahamannya kepada kita.

Kenyataannya, Allah Tuhan semesta alam tidaklah butuh suatu apapun dari makhluk ciptaanNya namun sebaliknya kita sebagai makhluk tidak memiliki daya setitik kecil pun dihadapan Allah. Postingan ini terinspirasi dari ceramah habib Novel bin Muhammad Alaydrus yang pada satu ketika menyampaikan bagaimana Allah memperkenalkan keberadaanNya kepada kita makhluk polos nan lucu yang memiliki keterbatasan akal dan pikiran ini di dalam Al Quran.

Allah Ar Rahman dan Ar Rahim yang disebutkan dalam bacaan basmallah, bismillahirrahmanirrahim di dalam Al Quran adalah cara Allah memperkenalkan sifat Allah yang pertama kali kepada makhluk ciptaanNya.

Jadi, menembak Allah yang fadlil maksud kali ini adalah kita menembak Rahmat kasih sayangnya Allah kepada kita makluk ciptaanNya ini.  Melalui pintu kasih sayangNya kita berupaya agar Allah memberikan ridhoNya kepada kita semua baik semasa kita hidup dan meninggal kelak. Allahuma aamiin..

Bagaimana cara menembak Allah, peluru apa yang dapat digunakan untuk menembak Allah? Tidak lain amunisinya sudah diberi oleh Allah sendiri, yaitu segala hal yang kita miliki di dunia ini, dan tergantung bagaimana kita mengolahnya menjadi amunisi untuk menembak sasaran yang tepat yaitu Rohmatnya Allah swt.

~::~

Cara menembak Allah? dhuaarrr,, Bismillahirrahmanirrahim…

Usia kita atau waktu adalah senjata utama, amunisinya menggunakan tenaga atau harta benda yang kita miliki besar kecilnya tidak masalah dan aktifitas kegiatan selama kita hidup adalah cara bagaimana kita menembak dan mengarahkan senjata kita untuk menembak Allah.

Maaf duhai Allah jika tata bahasa saya kurang ajar, Semoga Engkau terima amalan dari niat kami.

~::~

Innamal a’malu binniyat, setiap amal tergantung dari niatnya.

Berawal dari nasehat pernikahan fadlil oleh syek Mustafa Haqqani, persis dua hari menjelang akad nikah. Beliau berpesan kepada fadlil untuk meluruskan niat, perbaiki niat permenikahan agar pernikahan ini dapat menjadi media untuk menggapai ridhonya Allah. Bagaimana caranya? Sebagai contoh yang syeh Mustafa berikan adalah beliau mendidik anak agar menjadi seorang hafidz Quran. Menjadi seorang hafidz Quran InsyaAllah diberikan oleh Allah kelebihan dapat menjadi sumber syafaat bagi orang terdekatnya. Allahuma aamiinn. Selengkapnya ada di postingan ini : https://fadlilsangaji.wordpress.com/2016/09/11/syeh-mustafa-masud-sebuah-nasehat-pernikahan-untuk-mu-fadlil-calon-istri/

~::~

Insipirasi kedua dari ceramah ustad Husein Nabil yang menyampaikan segala harta yang kita miliki adalah potensi dan hanya sarana untuk menggapai ridha Allah. Harta bukanlah media untuk pamer sehingga jangan kita terpukau dengan mobil rumah harta mewah dst karena hal tersebut sesungguhnya hanyalah sarana prasarana untuk menggapai ridhonya Allah. Manfaatkanlah harta di jalan Allah sehingga mendapatkan barokah dari Allah. Link rekaman ceramah beliau lagi sy carikan,, mudah-mudahan bisa ketemuu.. aamiiinn..

~::~

Nasehat ketiga dari habib Novel setiap hal yang engkau lakukan hendaknya diniatkan untuk amalan baik. Contoh kecil habib membelikan mainan kepada putrinya dengan niatan menyenangkan kakek buyutnya tidak lain beliau adalah nabi Muhammad saw. Setiap keinginan beliau habib Novel terhadap majelis diniatkan untuk menjamu tamu majelis, mulai dari bangunan yang indah karpet yang nyaman kualitas sound system yang nikmat didengarka  hingga jamuan bagi para jamaah adalah untuk memuliakan para jamaah dan nikmat ketika belajar dan mengajar mengkaji ilmu.

~::~

Setiap hal yang mampu kita lakukan dan akan dilakukan hendaknya diniatkan semuanya adalah untuk menggapai ridho Allah. Berangkat kerja suami untuk mencari nafkah keluarga. Istri jika bekerja niatkan yang baik hartanya untuk membantu suami atau untuk hal yang baik. Mendidik anak niatkan agar anak mengenal agama dengan baik. Memiliki rumah niatkan agar rumah dapat bermanfaat untuk orang banyak. Memiliki kendaraan niatkan untuk dapat bermanfaat bagi orang banyak ataupun agama… Dst..

InsyaAllah dengan berniat baik Allah sudah menilai niatan kita. Selama niat sampai terwujud maka pahalanya sudah mulai terhitung. Jika kemudian Allah mampukan kita mewujudkan niat tersebut maka insyaAllah sepanjang dari niat hingga wujud selalu kita terima pahalanya. Allahumaa aamiinn..

Wallahu a’lam. Semoga manfaat..

Allahuma sholi ‘ala sayyidina Muhammad waala ali sayyidina Muhammad saw.

Advertisements

Sudah bertandang, mau pulang tinggalkan warna dulu kawan.. ( ˘ ˘з(˘⌣˘) tengkyuu.. (┒^o^┎)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: