Pandai Bersyukur, Kunci Kebahagiaan Hidup Di Dunia

sy dimana ya? lg sembunyi di belakang biar nda kepoto hehe.

sy dimana ya? lg sembunyi di belakang biar nda kepoto hehe.

Bismillahirrahmanirrahim.

Ketika kita duduk berdekatan dengan seorang yang dekat dengan Allah insyaAllah dapat memberikan manfaat inspirasi ruhani yang luar biasa. Semalam, 24 Februari 2017 minutes to midnight, alhamdulillaaaahhh banget fadlil diijinkan Allah ngikut duduk bareng eyang Husein bersama habib Novel bin Muhammad Alaydrus selepas majelis pembacaan maulid Simthuddurror. Apa yang fadlil tuliskan dibawah adalah apa yang saya serap dan saya pahami sendiri, jadi bukan dari detail perkataan beliau eyang Husein ataupun bib Novel langsung yaa, mungkin sedikit ada kutipan yang saya inget dari beliau.

Dalam salah satu perbincangan tersebut, eyang Husein bercerita “kunci kebahagiaan hidup di dunia itu sederhana, yaitu pandai bersyukur kepada Allah”. Pandai pandai kita merasakan syukur dalam setiap keseharian kita untuk semua hal baik dirasakan tidak mengenakkan, apalagi yang bisa kita nikmati.

~::~

Eyang husein bercerita, ketika kita sedang menikmati sebuah jamuan dan disuguhkan kopi panas dengan cuaca hujan dingin, maka secangkir kopi panas sudah sangat cukup dirasakan kenikmatannya. Kemudian misal muncul lagi muncul hidangan es cendol pada saat itu atau sup es duren. Kita tidak memiliki selera terhadap dua menu baru itu, kalaupun dipaksakan memakan es cendol karena demi menghormati orang yang menyajikan maka rusak lah semua kenikmatan kita pada saat itu.

Seorang alim yang dekat dengan Allah akan sangat cukup merasakan betapa nikmatnya berdekatan langsung dengan Allah. Ketika alim tersebut sedang fly bersama Allah, tiba tiba ia dipaksa turun down to earth menghadapi segala permasalahan keruwetan dunia atas curhat kita. Jadi kapan waktu suntuknya para alim ulama tersebut adalah pada saat harus berhadapan dengan kita yang sering ruwet ruwet ini hehe.

Alim merasa bingung ketika dicurhati orang orang perkara dunia,, apa yang orang ini ribetkan padahal masalah sepele seperti yang mungkin terkait uang, penghidupan, hutang piutang, usaha atau bisnis dan perkara dunia lainnya. Alim merasa bingung apa yang orang ini risaukan karena sejatinya semua hal di dunia itu adalah milik dan ketetapan Allah swt.

Apa sih yang di ruwetkan dalam jika hati ini sudah dipenuhi kenikmatan dengan Allah. Apa sih yang diruwetkan jika kita paham betul setiap yang terjadi dala hidup ini pasti atas sepengatahuan dan seijin Allah. Orang alim tahu betul setiap hal enak atau tidak enak didunia adalah pemberian dari kekasihnya yaitu Allah.

Bagaimana sikap orang alim jika hal tidak mengenakkan terjadi? Ia tidak melihat permasalahannya namun yang ia lihat adalah Allah nya dulu. Yang memberikan ujian cobaan adalah kekasihnya maka dengan ikhlas ia akan menikmat dan menjalaninya. Pemikiran seperti itulah yang sering lupa kita tirukan. Melihat Allah dulu baru segala sesuatu.

Bagaimana jika seorang alim menghadapi kenikmatan duniawi ? ia akan bersyukur namun tidak mengikat segala sesuatu hal tersebut dihatinya. Mengapa? karena setiap hal kenikmatan duniawi tersebut tidak sebanding dengan kenikmatan ketika ia bersama Allah. Alim lebih pintar, bukan hasil karya ciptaan Allah yang ingin ia nikmati, tapi naik lagi kebersamaan bersama maestro sang pencipta adalah yang ingin ia capai.

Jadi jika alim mendapatkan kenikmatan dunia ia akan menggunakan kenikmatan tersebut atas wujud syukur telah diberi oleh Allah namun tidak merasa memiliki atas pemberian tersebut apalagi mengikatnya dalam hati.

Contoh mengikat dunia dalam hati adalah ketika mobil barunya baret ato penyok keserempet, maka hati ikut penyok. Henponnya jatuh pecah maka hatinya ikutan pecah dan marah marah. Murah sekali hati dan perasaannya penyok dan pecah gara gara barang dunia. Alim akan pecah dan penyok hatinya ketika ia tidak dapat lagi mengakses kenikmatan bersama Allah, bukan atas sebab yang lain.

~::~

Hakikatnya setiap yang kita miliki sebenarnya bukanlah milik kita. Bagaimana mungkin kita bisa meng-claim hidup kita ini adalah milik kita sendiri. Bahkan sesungguhnya nyawa kita sendiri tidak bisa kita genggam dan kita atur. Apalagi perkara nyawa atau hidup orang lain. Apalagi urusan harta duniawi kita. Setiap yang ada pada kita baik harta ataupun keluarga adalah kenikmatan yang Allah karuniakan kepada kita namun haruslah diingat semua kenikmatan itu boleh kita manfaatkan boleh digunakan namun sejatinya bukanlah milik kita. Semua kenikmatan terssebut adalah modal yang harus kita syukuri dan kita jadikan bekal di saat perhitungan amal kebajikan.

Contoh karunia kebaikan Allah berupa keluarga bagi kita didunia adalah pada rahim siapa kita dilahirkan. Maka Allah tugaskan bagi kita untuk berbakti kepada siap orang yang melahirkan kita di dunia. Dengan bakti kita kepada orang tua maka menjadi salah satu sebab Allah turunkan ridhaNya kepada kita. Apalagi yang dicari selain ridhaAllah di dunia dan akhirat ? InsyaAllah Allah akan kumpulkan kembali kita bersama orang orang yang kita cintai.

Contoh karunia kebaikan Allah berupa harta bagi kita di dunia adalah kecukupan kebutuhan hidup kita didunia, sedangkan hidup didunia apalagi tujuannya tidak lain digunakan untuk mencari bekal di akhirat, betul ? Cara mudah lain menikmati limpahan harta di dunia untuk mencari bekal di akhirat maka cara mudahnya adalah pergunakan harta tersebut di jalan Allah, manfaatkan harta tersebut bagi agama ataupun jalan dakwah ataupun kebaikan bagi agama.

semoga bermanfaat dan semoga masih ada inspirasi yang keinget dan bisa dituliskan..

Wallahu a’lam bishawab,
Sekian duluuu ya sobat,,

Sincerely yours,
Fadlil

arrahman

QS. Hud ayat 6:

qs-hud-6

Advertisements

Sudah bertandang, mau pulang tinggalkan warna dulu kawan.. ( ˘ ˘з(˘⌣˘) tengkyuu.. (┒^o^┎)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: