Ketakutan Ku Sebagai Pria Sebelum Menikah di Sisi Allah

ka Seto and bib Novel

ka Seto and bib Novel

Bismillahirrahmanirrahim. This true story of my life..

2 tahun lalu setelah saya cukup mantap untuk menikah, dalam sebuah momen bersama tuan guru Habib Novel Alaydrus terucaplah kegalauan hati saya..

Bib,, ketika seorang pria menjadi suami maka beban dosa istri yang tadinya dibebankan kepada ayahnya akan beralih kepada suaminya? ( Maksudnya : seorang perempuan tadinya ditanggung oleh sang ayah setelah ijab qabul akad nikah tanggunjawabnya beralih kepada suaminya )

Bib, bagaimana saya menjamin surga kepada istri saya sedangkan surga bagi saya sendiri belum terjamin ?

Kalem dengan wajah yang menenangkan beliau bib Novel menasehati saya.

Pria jomblo sendirian dalam pandangan Allah memiliki beban amalan pahala hanya untuk dirinya sendiri. Jauh berbeda dengan seorang pria yang memiliki istri. Dalam setiap doa usaha dan perbuatannya untuk keluarga maka akan Allah lipatkan segalanya.

Setiap doa yang dimunajadkan kepada Allah maka Allah akan hitung pahalanya bagi suami dan istri yang menjadi tanggungannya. Ada istri dalam setiap munajad dan upayanya.

Derajad suami di sisi Allah akan naik berlipat lagi jika sudah memiliki Anak. Karena Anak adalah titipan Allah tanggungjawab bagi orangtuanya.

Sedangkan bagi seorang wanita atau istri, derajad seorang istri akan naik berlipat karena sebelumnya ia hanya menanggung beban bagi dirinya sendiri. Wanita jomblo melayani dirinya sesuka hati. Setelah menikah wanita berkewajiban taat dan menghormati suaminya. Ketika mengandung, Allah berikan beban yang luar biasa kepada wanita. Ketika sudah memiliki anak maka wanita melayani suami sekaligus juga anaknya. Tanpa pamrih.

Wanita adalah seorang ibu yang mendidik anak dalam urusan agama untuk menjadi orang yang memiliki nilai tauhid mengenal Allah, mengikuti agama yang Allah ridhai.
Wanita adalah seorang ibu bagaimana menjalankan syariat dasar dalam agama. Bagaiana cara sholat cara mengaji dan lain sebagainya.

Dalam lain kesempatan habib Novel dalam tausiahnya menyampaikan suami dan istri memiliki peranan masing masing sesuai maqom tingkatan kewajibannya. Suami berusaha memberi nafkah bagi istri dan anaknya. Sedangkan istri berusah merawat dan mendidik anak dalam keseharian dengan kasih sayang.

Istri sangat berperanan untuk mengurus mendidik dan merawat anak. Jika anak solat dan ngaji pinter maka semua itu adalah cerminan istri yag pintar dalam mendidik. Jika anak menjadi anak yang soleh solehah maka sesungguhnya istri yang memiliki peranan yang hebat bagi anaknya.

Dari diskusi diatas saya baru tahu arti menikah untuk menggenapkan separuh agama, yaitu Allah menaikkan derajad suami dan istri dari pernikahan mereka karena Allah.

Oleh sebab itu pula maka godaan dan gangguan setan pun sangat gencar sebelum hari H pernikahan. Begitu pula godaan setan setelah pernikahan. Oleh karena itu wahai para suami dan istri, mari kita waspadai hal yang menjadi gangguan dalam keharmonisan keluarga kita.

Wallahu a’lam semoga kisah hikmah diatas dapat menjadikan semangat dan ketenangan bagi kita kaum pria, insyaAllah.

laa hawla wala quwwata illa billaah..

Allahuma sholi ‘ala sayyidina Muhammad saw.

3 Responses to “Ketakutan Ku Sebagai Pria Sebelum Menikah di Sisi Allah”

Trackbacks

Sudah bertandang, mau pulang tinggalkan warna dulu kawan.. ( ˘ ˘з(˘⌣˘) tengkyuu.. (┒^o^┎)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: