Cinta Lillahi Ta’ala

Bismillahirrahmanirrahim

Cinta Lillahi ta’ala adalah satu konsep mencintai yg sufer ajeeb karena mendasarkan segala cinta berlandaskan hanya kepada Allah.

Konsep utama adalah saya bukanlah siapa dan juga apa apa. Saya tidak punya apapun selain saya memiliki Allah di hati saya. Itupun sering kali lupa.

Cinta karena Allah adalah satu konsep dimana segala sesuatu hanyalah milik Allah. Termasuk anak, orangtua, saudara kandung dan keluarga kita, bahkan harta dan segala sesuatu yang merasa kita miliki atau kuasai di dunia.

Semua yang ada di muka bumi semua nya adalah milik Allah tanpa kecuali. Bahkan kita tidak pernah bisa memiliki badan kita sendiri kecuali Allah meminjamkan kepada kita agar jiwa kita dapat menunjukkan usahanya merebut perhatian Allah bahwa kita adalah umat Nya yang senantiasa berusaha menggapai ridha Nya dengan beribadah di dunia. Maka sudahkah kita memanfaatkan mesin berwujud tubuh manusia ini untuk mencari ridha Allah?

Cinta kepada Allah adalah keikhlasan kita terhadap sesuatu hanya berdasarkan kepada cinta kasih Allah kepada kita. Menyandarkan dan mengembalikan setiap cinta kembali kepada Allah. Keikhlasan tersebut akan mengembalikan segala suatu kesulitan atau yang dirasakan adalah beban menjadi hal yang ringan karena kita tahu setiap kesulitan Allah pasti akan memberikan pertolongan.

Cinta lillahitaala orang tua kepada anak adalah mendidik anak sebaik mungkin agar anak anak kita mengenal Allah dan faham betul bagaimana cara beribadah kepada Allah untuk menggapai ridha Nya.

Anak yang soleh dan solehah adalah bukan karena orang tua yang memberikan itu semua, tapi orang tua yang mengusahakan itu semua sehingga Allah menurunkan ridha Nya mewujudkan apa yang diusahakan oleh orang tuanya tersebut. Semua itu terwujud karena Allah.

Kembali niat orang tua adalah hanya mengharapkan semoga Allah memberikan ridha atas segala upaya kita sebagai orang tua dalam mendidik anaknya. Itulah salah satu pintu surga orangtua. Mendidik anak agar menjadi soleh dan solehah.

Adalah tanggungjawab orangtua menempatkan diri, anak adalah sebagai titipan Allah agar anak mengenal siapa Tuhannya sehingga anak tahu dan paham betul apa tujuan hidupnya di dunia.

Cinta suami kepada istri, maka Allah telah menumbuhkan rasa kasih sayang cinta antara suami dengan istri. Lillahitaala bersama sama bahu membahu saling membantu dan mengingatkan mari kita sama sama selalu berusaha dan mencari ridha Allah.

Derajad seorang laki laki akan naik begitu ia menjadi seorang suami. Doa dan permohonannya kepada Allah ditujukan kembali untuk istri dan anak anaknya. Surganya suami adalah tanggungjawabnya mencukupi, membimbing serta membina istri dan anak agar selalu mengingat dan beribadah kepada Allah.

Salah satu surga suami ada pada doa dan ridha ke empat orang tuanya, dua orang tua kandung dan dua orang tua istri. Maqom orang tua kandung dan ortu istri adalah sama setara, bahkan sebagian ulama mengatakan maqom orangtua istri lebih tinggi karena telah ikhlas mendidik dn merawat kemudian rela “memberikan” puterinya untuk suami. “Memberikan” dalam maksud menyerahkan tanggungjawab puterinya beralih kepada suami atau anak menantu laki lakinya.

Anak mantu laki laki, jadi bukan kehilangan anak puteri tapi malah bertambah satu anggota baru dalam keluarganya yaitu anak mantu plus tanggung jawab kepada Allah atas anak puterinya sudah beralih kepada anak mantunya tersebut. Berjalanlah dengan ringan di muka bumi jika engakau ketahui hal itu duhai ayah.

Maqom orang tua istri dikatakan lebih tinggi karena telah ikhlas agar anak puterinya menjalani dan membina kehidupan berkeluarga baru sebagaimana ia sebagai orang tua membina keluarganya.

Maqom wanita akan naik ketika ia menjadi istri. Surga nya adalah keridhaan suami. Pintu surga istri pada keikhlasannya memberikan pelayanan sepenuh hati untuk keluarganya. Untuk suami dan anaknya. Istri akan menjadi guru bagi anak anaknya. Mendidik anaknya menjadi soleh dan solehah agar mengenal Allah. Mendidik anak anaknya bagaimana beribadah untuk mendapatkan keridhaan Allah.

Cinta lillahi ta’ala adalah sadar hidup sekedar mampir ngombe. Menycicipi sejenak air kehidupan, apakah air tersebut sesegar kucuran air dari jemari tangan rasulullah saw, ataukah sebaliknya air tersebut panas dan melepuhkan bagi siapapun yang meminumnya. Kita yang mengelola air kehidupan tersebut dan senantiasa memohon kepada Allah dengan Ar Rahman dan Ar Rahim Nya Allah agar Allah senantiasa memberikan kesegaran air kehidupan yang akan kita reguk.

Cinta lillahi ta’ala adalah sadar akan perputaran kehidupan karena setiap makhluk bernafas pasti merasakan kematian. Apa yang kita tinggalkan ketika maut datang menjemput. Anak cucu yang soleh dan solehah yang kemudian selalu dan senantiasa mendoakan orang tuanya, orantua dari orangtuanya, moyang2nya. Doa anak soleh adalah salah satu pahala yang selalu diterima oleh Allah swt. InsyaAllah.

Semoga Allah senantiasa meridhai kita dari waktu ke waktu. Meridhai anak cucu kita sehingga selalu mentauhidkan Allah dalam hatinya. Tidak pernah lepas dari dinnul Islam dan selalu meninggikan panji Rasulullah Muhammad saw hingga akhir dunia kelak. Allahuma amin ya Allah birohmatika ya Arhamarrohimin..

Allahuma sholi ‘ala sayyidina muhammad wa ala ali wasohbihi ajmain.

Mekah, 22 Sept 2014 23:20

2 Trackbacks to “Cinta Lillahi Ta’ala”

Sudah bertandang, mau pulang tinggalkan warna dulu kawan.. ( ˘ ˘з(˘⌣˘) tengkyuu.. (┒^o^┎)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: