Kultum : Orang Yang Bangkrut Di Akhirat Dan Hukum Mengkafirkan Menuduh Syirik Orang Lain

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

لا حَوْلَ وَ لا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّهِ

Cari cari bahan kultum di postingan jadul, alhamdulillah dapet materi lama yang dulu pernah disampaikan oleh Kyai Usman tentang orang yang bangkrut di akhirat.

yai_lukman

Yai Usman yg paling kiri ^_^

Begini haditsnya :

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ “أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟” قَالُوْا: اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ. فَقَالَ “إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي، يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هٰذَا، وَقَذَفَ هٰذَا، وَأَكَلَ مَالَ هٰذَا، وَسَفَكَ دَمَ هٰذَا، وَضَرَبَ هٰذَا. فَيُعْطِى هٰذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهٰذَا مِنٰ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ، قَبْلَ أَنْ يَقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ. ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata :

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tahukah kalian siapakah yang dinamakan Muflis (Orang yang bangkrut) ?
Para sahabat menjawab : Orang yang bangkrut menurut pendapat kami ialah orang yang tiada mempunyai dirham (uang) dan tiada pula mempunyai harta benda.

Nabi bersabda: Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku, datang pada hari kiamat dengan membawa (amal) shalat, puasa, dan zakat. Dia datang sedang dahulu pernah mencaci maki orang, menuduh (mencemarkan nama baik) orang, memakan harta orang, menumpahkan darah orang dan memukul orang (dengan tidak hak). Maka kepada orang tempat dia bersalah itu diberikan pahala amal baiknya dan kepada orang yang lain lagi diberikan pula amal baiknya. ( maka atas kezalimannya itu, pahala amal baiknya diberikan kepada orang yang dizaliminya).
Apabila amal baiknya telah habis sebelum hutangnya lunas. Maka diambillah kesalahan mereka lalu dilemparkan kepadanya. Sesudah itu dia dilemparkan ke dalam neraka.

(Hadits Shahih Muslim : 2581-59)

Langsung kepada terjemahannya pada intinya hati hati dan beradab kita kepada sesama manusia karena akan menjadi variable dalam timbangan hari akhir kita kelak.

Berikutnya hadits diatas kami kaitkan juga dengan beberapa hadits tentang adab kita terhadap sesama yaitu mudahnya mulut kita berteriak hai fulan “kafir lu!!” atau “hai fulan itu musyrik”!!!!

Rasulullah Saw bersabda: “Kaffu ‘an ahli “Laailaha illallah Laa tukaffiruuhum bi dzanbin. Fa man kaffara ahla “Lailaha illallah fa huwa ila al-kufri aqrabu”.

Artinya: “Menghindarlah dari umat Islam yang mengucapkan kalimat tauhid ‘Tiada Tuhan selain Allah’. Jangan kau hukumi kafir lantaran mereka melakukan sebuah dosa. Barangsiapa yang mengkafirkan mereka, maka dia lebih dekat dengan kekufuran” (HR. Thabrani dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir No. 12912 dari Ibnu Umar)

Juga sabda Rasulullah Saw: “Laa tasyhaduu ‘ala ummatikum bi syirkin wa laa tukaffiruuhum bi dzanbin”,

Artinya: “Janganlah kalian bersaksi atas kesyirikan umat kalian. Dan janganlan kalian menghukumi kafir pada mereka lantaran melakukan sebuah dosa…” (HR. Abd al-Razzaq dalam kitab al-Mushannaf No. 9611 dari Hasan)

Rasulullah Saw bersabda: “Idzaa qaala ar-rajulu ‘Yaa Kaafiru’ fa qad baa’a bihi ahaduhumaa”,

Artinya: “Barangsiapa berkata kepada saudaranya ‘Wahai Kafir’, maka sungguh perkataan itu kembali kepada salah satunya” (HR al-Bukhari No 5638 dari Ibnu Umar)

Hadis ini diperkuat dengan hadis lain: “Laa yarmii rajulun rajulan bil fusuqi wa laa yarmiihi bil kufri illa irtaddat ‘alaihi in lam yakun shaahibuhu kadzalika”.

Artinya: “Tidaklah seseorang menuduh kepada orang lain dengan kefasikan (dosa besar) atau dengan kekufuran, kecuali tuduhan itu kembali kepada penuduh, jika yang dituduh tidak sesuai dengan tuduhannya” (HR al-Bukhari No 5585 dari Abu Dzarr)

Bagaimana bisa tuduhan itu kembali kepada pelaku atau penuduh? Syaikh al-Qasthalani menjawab: “Sebab, jika yang menuduh itu benar, maka orang yang dituduh adalah kafir. Namun jika penuduh tersebut dusta (karena yang dituduh tidak kafir), maka penuduh tersebut telah menjadikan iman sebagai kekufuran. Dan barangsiapa yang menjadikan iman sebagai kekufuran, maka ia telah Kafir. Hal ini sebagaimana penafsiran al-Bukhari” (Irsyaad as-Saari ‘ala Syarh al-Bukhaarii 9/65)

~ :: ~

nah,,, tralala dung dung.. mari kawan,, kita lebih berhati hati ketika mengucapkan,, menuduhkan sesama muslim dengan kata kata yang jika perihal yg kita tuduhkan itu tidak benar malah akan menjadi boomerang bagi keimanan kita..

لا حَوْلَ وَ لا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّهِ

Menurut pandangan saiya, dua hal tersebut saling terkait. Kita telah menzalimi orang jika sembarangan menuduh musyrik dan syirik kepadanya.

Bib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan

Bib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan

Bib Ahmad Bin Novel menyampaikan dalam tausiah beliau, ulama akan sangat sangat ekstra hati hati untuk menjatuhkan kata kafir musyrik kepada seseorang. Ulama lebih senang mengatakan seribu orang itu adalah muslim walaupun kemungkinan ke-islam-annya hanya 1% daripada menuduhkan hanya kepada satu orang sebagai seorang musyrik kafir.

Kemudian setelah selesai kajian kami mengikuti bib Ahmad ziarah ke makam bib Munzir.

Berkaitan juga dengan aktifitas beberapa orang jawa yang sering melakukan ritual nyekar,, atau bahasa umumnya adalah ziarah kubur. Menurut yai Thobary Syadzily Al Bantani :: “Siapa yang bisa melihat isi hati manusia, apakah benar orang yang bertakziah tersebut meminta kepada makam atau berdoa kepada Allah di dekat makam”

Jika memang terdapat pemahaman meminta kepada penghuni makam, maka tetap saja kita harus berhati hati untuk menuduhkan syirik musyrik akan hal tersebut. Jika niat dari para pentakziah adalah berdoa kepada Allah dengan berlokasi di makam orang alim atau lebih dikenal dengan konsep tawasul, maka siapa pula yang yang tahu atas hal tersebut apakah perbuatan syirik, mintanya ke Allah berlokasi di makam semoga Allah mengabulkan doanya dengan perantara ruh alim ulama.

Masalah argumen orang meninggal tidak memiliki manfaat ya memang bener jasadnya, kalau masi bisa memberikan manfaat malah ngeri kali ya?? mayat hidup!!!!

Berkaitan ruh para wali yang tidak meninggal dan masih dapat memberikan manfaat kepada yang hidup dan semacamnya masih dalam argumentasi ulama juga. Dan banyak kajian yang saya ikuti ruh wali Allah sering hadir untuk memberikan manfaat kepada yang hidup. Apakah dengan kajian saya dibodohi oleh para alim ulama guru guru saya,,, atau malah mendapat tambahan ilmu berkat perantara dari mereka guru dan alim ulama. Saya pilih yang kedua, keberkahan dan ilmu. Semoga Allah kabulkan doa saya. Tolong di amiin kan ya kawan,, ^_^

wallahu alam..

Advertisements

4 Trackbacks to “Kultum : Orang Yang Bangkrut Di Akhirat Dan Hukum Mengkafirkan Menuduh Syirik Orang Lain”

Sudah bertandang, mau pulang tinggalkan warna dulu kawan.. ( ˘ ˘з(˘⌣˘) tengkyuu.. (┒^o^┎)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: