August 1, 2016

Suratul Ekhlas, SokoGuru dan omahe SiMbahku

Repost : Original post mas Taufiq

Ilustrasi Soko Guru Rumah Limasan Jawa

Ilustrasi Soko Guru Rumah Limasan Jawa

Karena undangan nganten sepasang sahabat kemaren, pagi hari ini (1 agustus 2010) alhamdulillah saya masih berkesempatan menghirup udara kampung halaman, seperti biasa kalo saya ada di rumah, sering saya alih profesi jadi tukang, kadang tukang ledeng kalo ada pipa bocor, jadi tukang listrik kalo ada lampu yang mati, jadi tukang sapu kalo emang dedaunan berserakan, ato jadi tukang tidur kalo emang gak ada kerjaan, hehehe….. kebetulan di hari ini saya berkesempatan menjadi tukang listrik.

Rumah di depan rumahku adalah rumah simbahku (sekarang lagi dikontrak orang, kesian tu rumah merana gak ada yang memakmurkan), rumah itu bertarikh renovasi 1409H ato 1988M, tapi tahun pendiriannya jelas jauh sebelum itu dan aku gak tau kapan tepatnya, rumah itu dibangun oleh simbahku almarhum H.Fachruddin hadiah dari bapaknya; mbah Salamun.(tolong kiriman fatihahnya ya.., thanx)(buat para cucu, hayo wes do ndungakne simbah durung..!?). sudah 2 minggu ini kata bapakku lampunya mati dan belom sempat didandanin, karena tukang listriknya gak berani, maklum tukang listrik di kampungku orangnya lemu, jadi agak illfeel kalo disuruh penekan.

Continue reading

July 16, 2016

Berikut Bukti Doa Untuk Orang Yang Sudah Meninggal Sampai

din syamsudin tahlilan

Ketua NU dan Ketua Muhammadiyah saat tahlilan di Rumah KH. Sahal Mahfudz

Bismillahirrahmanirrahim, Curhat dongs!

Rekan kerja fadlil kemarin cerita pas mudik dikampungnya ada ustad pendatang berciri ciri berjenggot panjang berantakan tidak rapi dan tidak sedap dipandang dengan dua tanda hitam pada dahinya.

Semua orang diceramahinya dan ia berfatwa pada keluarga teman saya yang sedang berduka jika pahala 3 hari khataman Al Quran berturut turut disertai doa ditujukan kepada almarhumah tidak akan sampai. Apakah orang seperti orang yang memiliki hati tega dan mampu berkata hal demikian terhadap keluarga yang sedang dirundung duka ??

Sungguh luar biasa keliru bagaimana pemikiran SEMPIT si ustad gadungan ini telah menggambarkan sebuah keburukan terhadap Allah. Dengan sangat berani ia telah mengatakan bahwa Allah itu PELIT dengan tidak akan mengabulkan doa dari umatNya padahal sifat Allah itu Al-Ghaniyy ( Maha Kaya ) Allah Maha Kaya dengan segala ampunan ( Al-Ghaffar ).

Dengan sangat kurang ajar si ustad telah menggambarkan kepada masyarakat awam kebalikan dari sifat Allah : Ar Rahman (Maha Pengasih), Ar Rahim ( Maha Penyayang ),

Si ulama dengan sangat kurang ajar dengan fatwanya menilai Allah tidak akan dan tidak akan mau mengabulkan doa orang yang masih hidup yang mendoakan kebaikan terhadap sanak keluarga dan sesama muslim yang sudah meninggal padahal sifat Allah Al Malik ( Maha Memerintah ) dan si ulama gadungan dengan berani berburuk sangka terhadap Allah dengan tidak akan menyampaikan pahala dan mengabulkan doa doa kebaikan sesama muslim tersebut.

Fatwa ustad gadungan yang berfatwa secara ngawur sembrono serampangan dan sembarangan tersebut telah bertentangan dengan banyak sifat asma Allah mulia lainnya.. Apakah anda masih mau dengarkan fatwa fatwa nya ?

Continue reading

July 7, 2016

Apa itu Thoriqoh (Tarekat) Kodingiyah & Babuiyah

Bismillahirrahmanirrahim, mengharap ridho Allah fadlil pengen nulis thoriqoh ajeb yang satu ini..
Thoriqoh / Tarekat Kodingiyah dan Babuiyah.

berguru

Sebagai intro singkat apa itu thoriqoh / tarekat bisa dijelaskan sebagai berikut :

Oleh: ust. Novel bin Muhammad Alaydrus
Secara bahasa tharîqah (tarekat) dapat berarti jalan, metode, sistem, cara, perjalanan, aturan hidup, lintasan, garis, pemimpin sebuah suku dan sarana. Selengkapnya tengok dimari ya..

Bagi fadlil arti simple thoriqoh adalah kendaraan yang bisa membawa kita mendekatkan diri kepada Allah.

Continue reading

July 4, 2016

Trilogi Postingan Ngaji – Akibat Kesombongan Ilmu

Bismillahirrahmanirrahim, Kisah nyata :

Kurang lebih empat bulan yang lalu tiba tiba teman baik saya yang lama tidak berkomunikasi tiba tiba mesej saya lewat whatsapp. Klunthing,,, “Jie, saya minta maaf” // me: “Whaat? Aya naon tiba2 minta maaf” // tmn : “Iya saya minta maaf terhadap saya yang dulu2, sekarang sy nyantri di Daarut Tauhiid aa Gym.” // me : “Alhamdulillah,, btw emang kenapa dulu ko sampe minta maaf?” // tmn : “Dulu saya terlalu sombong terhadap ilmu, semenjak saya nyantri di Daarut Tahiid sekarang saya sadar ternyata dulu pemahaman ilmu agama saya belum seperti sekarang”.

baby-stairs

Seberapa tinggi ilmu yang kamu capai saat ini ?

Continue reading

Tags: , ,
June 2, 2016

Apakah HADITS DHAIF Itu TERLARANG dan HARUS DIBERANGUS ??

BOLEHKAH MENGAMALKAN HADITS DHOIF

hadits dhaif

Oleh: Habib Novel bin Muhammad Alaydrus
Pengasuh Majelis AR-RAUDHAH, SOLO

Akhir zaman ini kita sering membaca atau mendengar seseorang yang melarang Muslim lain untuk mengamalkan sebuah amal tertentu dengan alasan Haditsnya Dhoif (dhaif). Bagaimanakah sebenarnya hukum mengamalkan Hadits Dhoif? Benarkah umat Islam dilarang untuk mengamalkan Hadits Dhoif?

Continue reading

April 18, 2016

Beribu Maaf Ibunda Ku dan Mohon Doa Mu Ibunda Ku Tersayang

image

Silaturahim Habib Anis Al-Habsyi kepada Habib Ali Alaydrus sebelumnya

Habib Ali bin Ja’far Alaydrus : Jangan kamu kira terjadinya berbagai bencana di berbagai daerah di muka bumi saat ini diakibatkan oleh banyaknya orang yang mabuk dan melakukan kemaksiatan lainnya, akan tetapi sesungguhnya penyebab utama turunnya berbagai bencana tersebut adalah karena terlampau banyaknya anak yang durhaka kepada orang tua, disetiap rumah saat ini terdapat anak yang durhaka kepada orangtua. Sebab memanjang tajam orang tua adalah sebuah kedurhakaan, membantah ucapan orang tua adalah sebuah kedurhakaan.. sampaikan ini kepada semua orang.” Batu Pahat Malaysia 2008.

Bismillahirrahmanirrahim, dengan mengharap ridha Allah saya menuliskan inti nasehat yang luar biasa diatas dengan di diktekan langsung dari Habib Novel bin Muhammad Alaydrus pengasuh Majelis Dzikir & Ilmu Ar Raudhah Solo (Sin, 17 April 2016).

Cerita berikut adalah perjalanan habib Novel bin Muhammad Alaydrus ketika mendapatkan nasehat dari habib Ali bin Ja’far Alaydrus di Batu Pahat Malaysia… minat simak ? Bismillah, lanjuttt..

Continue reading

March 25, 2016

Hati Hati Ketika Berbicara dan Menuduh

diam11

Dari Abu Darda’ r.a., katanya: “Rasulullah S.A.W bersabda : “Sesungguhnya seseorang hamba itu apabila melaknat kepada sesuatu, maka naiklah kelaknatannya itu ke langit, lalu ditutuplah pintu-pintu langit itu agar tidak masuk ke dalamnya, kemudian turun kembali ke bumi lalu ditutuplah pintu-pintu yang menuju ke arah bumi itu agar tidak dapat masuk ke dalamnya, selanjutnya ia bolak-balik ke kanan dan ke kiri. Seterusnya apabila tidak lagi ia memperoleh jalan masuk, maka kembalilah ia kepada orang yang dilaknat, sekiranya yang dilaknat memang benar-benar sebagaimana isi yang dilaknatkan, maka kelaknatan itu pun tetap berada dalam diri orang ini, tetapi sekiranya tidak, maka kembalilah ia kepada orang yang mengucapkannya – sehingga ia akan memperolehi bencana dengan sebab ucapan laknatnya itu.” – [Riwayat Abu Dawud]

sumber klik disini.

March 10, 2016

Sekilas Sejarah Dakwah Habib Umar bin Hafidz Di Indonesia

Oleh: Novel Bin Muhammad Alaydrus, (Pengasuh Majelis Imu Dan Dzikir AR-RAUDHAH, Solo)

AlhabibomarHabib Umar bin Muhammad bin Sâlim bin Hafîdz merupakan seorang pendidik dan sekaligus ahli dakwah. Meski berasal dari tempat yang terpencil, Tarim, Hadhramaut, namun gema dakwah beliau sampai ke Mekah, Madinah, Oman, Bahrain, Yordania, beberapa negara di Afrika, India, Malaysia, Indonesia, Amerika, Inggris, Kanada dan lain-lain. Dalam sebagian kunjungan dakwahnya tersebut, CNN, BBC, stasiun TV Bahrain mengambil kesempatan untuk mewawancarainya.

Pada tahun 1993 beliau berdakwah ke berbagai kota di Indonesia. Usia beliau saat itu 32 tahun. Masyarakat Indonesia terpesona melihat kesalehan, keluhuran budi, dan keluasan ilmunya. Beberapa orang tua, sebagian dari kalangan pondok pesantren, lalu mempercayakan pendidikan putra-putra mereka kepada beliau. Pada tahun 1998, beliau kembali ke Indonesia menyerahkan sendiri 30 anak yang telah dititipkan kepada beliau setelah dididik dan digembleng di pesantren beliau. Tentang hal ini, di dalam ceramah yang beliau di hadapan guru kami, Al-Marhûm Habib Muhammad Anîs bin ‘Alwî bin ‘Alî Al-Habsyî, dalam kesempatan Haul Habib ‘Alî bin Muhammad Al-Habsyî yang diselenggarakan setiap tahun di kota Solo, beliau berkata:

Continue reading

March 10, 2016

Menolak Bencana Dengan Berderma Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad

Diterjemahkan oleh:
Ustadz Novel bin Muhammad Alaydrus, Solo

Allâh memberikan kepada manusia berbagai musibah (ujian) dan memerintahkan mereka untuk melakukan berbagai kebaikan. Jika mereka mau menunaikan perintah Allâh tersebut, maka IA akan memalingkan musibah itu dari mereka. Sayangnya, mereka dikalahkan oleh setan dan hawa nafsu yang menghalangi mereka untuk melakukan berbagai ketaatan. Jika mereka mau berjuang melawan setan dan hawa nafsunya, kemudian melaksanakan apa yang diperintahkan Allâh, yaitu mau membantu orang-orang yang membutuhkan, memberi hutang kepada orang yang hendak meminjamnya, memberi makan orang yang kelaparan, memberi pakaian kepada mereka yang telanjang, dan sejenisnya, maka Allâh akan memalingkan musibah yang sedang mereka alami dari mereka semua. Akan tetapi, jika mereka tidak mau melakukan ini, maka Allâh akan melipatgandakan musibah tersebut. Setiap kali tertimpa musibah, manusia seharusnya segera berbuat kebajikan, sehingga Allâh akan menghapuskan musibah itu. (Habîb ‘Ahmad bin Hasan bin ‘Abdullâh Bin ‘Alwî bin Muhammad bin Ahmad Al-Haddâd, Tatsbîtul Fuâd, juz.1. hal.345-346.)

Continue reading

Tags:
March 10, 2016

Qiyamul Lail – Buku Miftahussarair Wa Kanzudz Dzakhoir Karya Syeikh Abu Bakar bin Salim

Dikutip Dari Buku Miftahussarair Wa Kanzudz Dzakhoir
Karya Syeikh Abû Bakar bin Sâlim
Diterjemahkan Oleh Ustadz Novel Bin Muhammad Alaydrus, Solo

Allâh Ta’âlâ berfirman kepada Nabi-Nya, Muhammad saw:

يَآاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ، قُمِ الْلَّيْلَ اِلاَّ قَلِيْلاً، نِّصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلاً، أَوْزِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيْلاً

“Hai orang yang berselimut (Rasûlullâh), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit dari padanya, yaitu seperduanya atau kurangi sedikit dari seperdua, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Quran dengan tartil.” (Al-Muzzammil 73:1-4)

Salah seorang sufi berkata, “Sejak 40 tahun yang lalu tiada yang dapat membuatku sedih kecuali terbitnya fajar.” Sufi yang lain berkata, “Kalau bukan karena malam, tentu aku tidak akan mencintai kehidupan ini walau sesaat.”

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,174 other followers