Feeds:
Posts
Comments

Ide Kosong

Duh sekian lama sudah ta menulis. Banyak ide yang berlalu lalang di dalam otak, tapi waduh.. Begitu mau nulis malah ilang seketika.. Kalau pun tidak, waktu saya habiskan dengan berkutat sama kode – kode php dan pekerjaan modul – modul yang belum terselesaikan..

akhirnya saya tulis ini dulu saja.. hehe. Jadi moon maap sebelumnya…

Continue Reading »

Nun jauh di negeri Arab. Terdapat seorang yang alim dan pandai. Syaikh Juha namanya. Dari buku dan cerita yang beredar, orang ini saya nilai cukup bijak. Cara memberikan nasehat kepada orang – orang dimasanya menggunakan lelucon dan guyonan. Orang – orang lalim pada masanya tidak termakan emosi namun tetap mendapatkan pencerahan.. kurang lebih begitulah… berikut satu cerita yang saya baca dan mungkin bisa dipelajari…

Continue Reading »

Tidak Sholat? Malu aku sama Allah
Edisi : Jadi Muslim Kenapa Tidak Sholat

Dear All, wah malah model pengumuman saja.. Kali ini saya pengin nulis yang ada kaitannya sama agama. Judulnya seperti diatas kita khususkan sholat (Islam berarti ya?!) tapi untuk lebih luasnya bisa disebutkan dengan ibadah untuk agama lain, monggo terserah istilahnya.

Continue Reading »

Jam 12 Teett… tanggal 17 Agustus 2009

Entah sudah menjadi kutukan informatika atau apalah istilahnya saya ta pernah lepas dari ‘Anya’ laptop item merk anyote ini.
Baru saja saya masuk rumah, setelah seharian tanggal 16 Agustus 2009 di kampung saya – Rejodani mengadakan guyup untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64 tahun dan malam ini adalah puncak kegiatannya.  Mungkin bagi Anda atau sebagian orang, peringatan hari kemerdekaan RI adalah hal yang sudah biasa. Tapi tidak untuk warga masyarakat kampung Rejodani. Dari berbagai penjuru desa, mulai dari RT 01 sampai RT 04 Bapak Ibu, anak remaja pemuda etc, semua hadir meramaikan puncak acara pada malam hari ini

Apa yang menyebabkan mereka bangga dan penulis juga memberikan judul Bangganya Aku menjadi orang Rejodani.. berikut kisah singkatnya. Semarak luar biasa yang dibuat oleh remaja panitia untuk memperingati HUT RI ke 64 kali ini. Kebetulan saya baru mudik Sabtu sore jadinya cuman kebagian kegiatan di hari Minggu saja.

Continue Reading »

There’s never a wish better than this, When you only got 100 years to live….. Sepetikan dari lagu a hundred years… hmmm… this lyric inspiring me…..

Continue Reading »

just joke :

Sholat magrib kan 3 rakaat, tapi makmum masbuk bisa duduk tasyahhud sampai 3 x. Jadi tiap rakaat duduk tasyahhud dung. Kok bisa? jawabnya begini…..

Continue Reading »

fairy

Selasa malam 2/6/09, jam menunjukkan pukul 09:30, pose sedang browsing di kamar dan baru saja menerima telpon dari teman. Tiba – tiba sesuatu muncul dari luar pintu dan melongok kamar ku. Perawakan tinggi, badan 1/4 lebih gede dari aku, namun tanpa sayap dan tidak bisa terbang.

Continue Reading »

Maaph reposting lagi, sumber : media isnet

Seorang yang filosof dogmatis sedang meyampaikan ceramah. Nasrudin mengamati bahwa jalan pikiran sang filosof terkotak-kotak, dan sering menggunakan aspek intelektual yang tidak realistis. Setiap masalah
didiskusikan dengan menyitir buku-buku dan kisah-kisah klasik, dianalogikan dengan cara yang tidak semestinya.

Akhirnya, sang penceramah mengacungkan buku hasil karyanya sendiri. nasrudin segera mengacungkan tangan untuk menerimanya pertama kali. Sambil memegangnya dengan serius, Nasrudin membuka halaman demi halaman, berdiam diri. Lama sekali. Sang penceramah mulai kesal.

“Engkau bahkan membaca bukuku terbalik!”

“Aku tahu,” jawab Nasrudin acuh, “Tapi karena cuma ini satu-satunya hasil karyamu, rasanya, ya, memang begini caranya mempelajari jalan pikiranmu.”

Reposting lagi : sumber : medi isnet

Seorang tetangga Nasrudin telah lama bepergian ke negeri jauh. Ketika pulang, ia menceritakan pengalaman-pengalamannya yang aneh di negeri orang.

“Kau tahu,” katanya pada Nasrudin, “Ada sebuah negeri yang aneh. Di sana udaranya panas bukan main sehingga tak seorangpun yang mau memakai pakaian, baik lelaki maupun perempuan.”

Nasrudin senang dengan lelucon itu. Katanya, “Kalau begitu, bagaimana cara kita membedakan mana orang yang lelaki dan mana yang perempuan?”

Sori reposting lagi :
Sumber : Media Isnet

Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata,

“Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

“Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.”

Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?”

Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.”

“Tapi,” tukas Timur Lenk tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”

Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?”

Older Posts »